Menteri PKP targetkan perbaikan 500 Rutilahu di dalam Bandung

Pusat Kota Bandung – Menteri Perumahan dan juga Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memiliki target perbaikan 500 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada Daerah Perkotaan Bandung, diberikan ke rakyat berpenghasilan rendah (MBR) dapat tuntas enam bulan ke depan.
“Kita punya empat lokasi kecamatan, jadi jaga-jaga sekadar maksimal enam bulan. Tapi saya rasa tak sampai satu tahun dapat tuntas,” ujar Ara ke Bandung, Sabtu.
Ara menyampaikan perbaikan Rutilahu yang disebutkan merupakan sumbangan dari Agung Sedayu Group yang digunakan merupakan perusahaan pengembang milik pengusaha perusahaan Sugianto Kusuma atau Aguan.
“Yang super kaya membantu yang mana sangat kekurangan. Inilah yang kita mau capai. Seperti kata Prabowo, bagaimana keadilan sosial dijalankan,” kata dia.
Ia menjelaskan inisiatif ini merupakan contoh nyata negara hadir untuk rakyat kecil, melalui beraneka kebijakan pendukung seperti pembebasan Pajak Pertambahan Skor (PPN), Bea Perolehan Hak berhadapan dengan Tanah lalu Bangunan (BPHTB), dan juga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
“Saya cuma mohon satu hal dari Kepala daerah Dedi, pilih pengembang yang digunakan bertanggung jawab. Supaya rakyat tidaklah kecewa,” kata dia.
Dirinya berharap dengan acara ini, bukan ada lagi rumah tidaklah layak huni pada Jawa Barat di tiga tahun ke depan sebagai bagian dari komitmen pengentasan kemiskinan juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Prabowo memerintahkan kami, lalu saya senang lantaran perintahnya adalah pro rakyat di bidang perumahan, PPN telah gratis, PBG gratis dan juga cepat, BPHTB juga gratis,” kata Ara.
Pengusaha Sugianto Kusuma atau Aguan menyampaikan bahwa inisiatif renovasi 500 Rutilahu di dalam Pusat Kota Bandung merupakan proyek renovasi skala besar pertama yang mana direalisasikan oleh Yayasan Budha Suci, lembaga sosial yang dimaksud selama ini berpartisipasi pada bantuan kemanusiaan juga perkembangan rumah pascabencana.
“Pertama-tama, Yayasan Budha Suci memang benar telah bukan asing lagi di mendirikan rumah kemudian membantu korban bencana alam. Kami telah memulai pembangunan total 8.000 rumah dalam Indonesia, termasuk di Aceh, Padang, Palu, juga Jogja,” kata Aguan.
Ia mengungkapkan bahwa kebijakan untuk turut juga di kegiatan ini didasari oleh keprihatinan melawan situasi masyarakat berpenghasilan rendah yang tersebut tinggal di hunian bukan layak.
“Di Bandung ini, kami meninjau secara langsung permintaan yang mana ada dan juga merasa terpanggil untuk membantu sesama yang kurang beruntung,” ujarnya.
Artikel ini disadur dari Menteri PKP targetkan perbaikan 500 Rutilahu di Bandung






