Dasco Pastikan Sri Mulyani Tidak Mundur, Kondisi Fiskal RI Kuat

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad mengungkap pernyataan perihal isu mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dari jajaran Kabinet Merah Putih. Sebagaimana diketahui, isu mundurnya Sri Mulyani turut menjadi sentimen anjloknya Angka Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Kalau ditanya persepsi pemodal luar saya kurang paham, tapi kalau mengenai Ibu Sri Mulyani, saya pastikan tak akan mundur lalu fiskal kita kuat,” ujar Dasco terhadap wartawan di dalam Gedung BEI DKI Jakarta pada Selasa (18/3).
Ia menambahkan, kondisi fiskal pada negeri pada waktu ini berada dalam pada proses berkesinambungan yang dimaksud kuat. Dasco menilai situasi yang dimaksud terjadi hari ini sangat wajar lalu ia meyakini bahwa indeks akan segera rebound. “Ini tidaklah perlu direspons berlebih,” imbuh dia.
Siang ini, Dasco menyambangi BEI bersatu dengan Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun setelahnya IHSG anjlok tambahan dari 6 persen hari ini. Penurunan IHSG ini adalah yang dimaksud terdalam sejak pandemi Covid-19.
Menyikapi pemberhentian sementara perdagangan yang tersebut dijalankan BEI pasca IHSG ambruk, Dasco menyampaikan penurunan indeks tambahan dari 5 persen bukanlah yang mana pertama kali terjadi. Untuk itu, kunjungan yang mana dijalankan hari ini pada rangka meyakinkan lingkungan ekonomi untuk tetap memperlihatkan tenang.
“Pemerintah hadir, langkah-langkah ini dilaksanakan di tempo yang mana secepat-cepatnya untuk mengembalikkan lingkungan ekonomi supaya bagus,” tutur Dasco.
Pada penutupan perdagangan pertemuan pertama, indeks anjlok 6,12 persen atau 395,86 poin ke level 6.076. Industri teknologi merosot tajam 12,46 persen, sektor komponen baku turun 9,78 persen, sektor properti turun 5,30 persen, sektor energi turun 6,24 persen, sektor infrastruktur turun 5,01 persen, sektor siklikal turun 5,24 persen, sektor keuangan turun 3,86 persen, sektor kondisi tubuh turun 3,75 persen, sektor transportasi turun 3,38 persen, sektor sektor turun 2,90 persen, sektor non siklikal turun 3,87 persen.






