Elkan Baggott Bukan Dicoret Tapi Menolak Panggilan Patrick Kluivert, Mengapa?

Bek andalan Timnas Indonesia, Elkan Baggott , kembali menjadi perbincangan hangat. Namun, bukanlah sebab dicoret dari skuad Garuda, melainkan akibat keputusannya sendiri untuk menolak panggilan ahli baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Baggott seharusnya bisa jadi menjadi bagian dari kelompok yang digunakan akan menghadapi Australia juga Bahrain pada lanjutan Kualifikasi Piala Bumi 2026. Namun, menurut pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan alias Bung Ropan, bek berusia 22 tahun itu memilih fokus dengan klubnya, Blackpool FC, pada League One Inggris.
Dalam sebuah perbincangan dengan Kluivert, Baggott dikabarkan menegaskan keinginannya untuk masih bermain di tempat Blackpool demi mendapatkan lebih tinggi banyak menit bermain. “Elkan menyatakan ‘saya baik-baik saja’, tetapi untuk sementara ia ingin tetap memperlihatkan fokus membela Blackpool FC kemudian mendapatkan lebih lanjut banyak jam bermain di area klub,” ungkap Bung Ropan.
Keputusan ini cukup logis mengingat Baggott baru hanya pulih dari cedera panjang. Bek bertinggi 194 cm itu ingin memanfaatkan kesempatan yang mana ada untuk membuktikan diri kemudian mengamankan tempat dalam regu utama Blackpool.
Selain itu, jadwal kompetisi League One tak mengalami jeda selama FIFA Matchday Maret 2025. Blackpool dijadwalkan berjuang melawan Northampton Town pada 22 Maret, cuma dua hari setelahnya laga Indonesia vs Australia. Kemudian, empat hari setelahnya Indonesia menghadapi Bahrain, Blackpool juga akan berduel dengan Bolton Wanderers. Situasi ini menyebabkan peluncuran Baggott dalam Timnas Indonesia berpotensi mengganggu ritme kemudian menit bermainnya di area level klub.
Nasionalisme Baggott Dipertanyakan?
Keputusan Baggott ini tentu menyebabkan beragam reaksi. Sebagian pihak menilai bahwa memilih klub daripada pasukan nasional sanggup memengaruhi citra juga loyalitasnya terhadap Indonesia. Namun, di dalam sisi lain, banyak yang mana memahami bahwa ini adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas kariernya di tempat Eropa.
Patrick Kluivert sendiri dikabarkan menerima kebijakan ini dengan baik. “Saat Elkan bilang ingin fokus pada klub, Kluivert menerima ini dengan baik. Tidak masalah,” kata Bung Ropan.
Harapan umum sempat membesar dengan kedatangan Kluivert sebagai ahli baru, mengingat Baggott sudah ada absen dari Timnas Indonesia selama lebih besar dari setahun sejak terakhir tampil di tempat Piala Asia 2023. Namun, kebijakan ini menunjukkan bahwa kembalinya Baggott ke skuad Garuda mungkin saja baru akan terjadi pada FIFA Matchday berikutnya.
Kini, pertanyaan yang mana tersisa adalah kapan Elkan Baggott akan kembali meningkatkan kekuatan Timnas Indonesia? Apakah kebijakan ini benar-benar demi kepentingan kariernya, atau justru akan menjadi awal dari jarak yang mana semakin melebar antara Baggott juga skuad Garuda?






