Kisah Shavkat Rakhimov, Petinju yang digunakan Cidera Pendarahan Otak usai KO pada Ronde 8

Mantan juara dunia tinju kelas super bulu, Shavkat Rakhimov , telah dilakukan pergi dari dari rumah sakit pasca mengalami pendarahan otak akibat kekalahan KO dari Justin Pauldo pada Hari Sabtu (10/2/2025). Petinju jika Tajikistan itu pada saat ini sudah diizinkan kembali ke California untuk menjalani pemulihan lebih tinggi lanjut.
Rakhimov dilarikan ke rumah sakit pasca tumbang di area ronde kedelapan pada duel yang digunakan disiarkan ProBox TV dalam Boeing Center, San Antonio, Texas. Petinju berusia 30 tahun itu awalnya masih bisa saja duduk di dalam bangkunya setelahnya laga berakhir, tetapi harus dibantu pergi dari dari ring juga akhirnya dibawa dengan tandu ke ruang ganti sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Laporan awal menyebutkan bahwa Rakhimov mengalami pendarahan otak ringan. Beruntung, kondisi kesehatannya membaik, lalu pasca mendapatkan perawatan intensif, ia sudah diperbolehkan pulang. Promotor Sampson Lewkowicz menegaskan bahwa Rakhimov di kondisi baik juga akan terus dipantau oleh regu medis.
“Shavkat di keadaan baik lalu sedang pada perjalanan ke Los Angeles. Dia telah lama menerima semua perawatan yang digunakan diperlukan untuk melakukan konfirmasi keselamatannya. Para dokter akan menentukan langkah selanjutnya, tetapi untuk pada waktu ini, ia telah lebih tinggi baik dan juga akan beristirahat,” ujar Lewkowicz.
Rakhimov dijadwalkan menjalani evaluasi kebugaran di tiga bulan ke depan untuk menentukan apakah ia masih bisa jadi melanjutkan kariernya pada dunia tinju. Namun, dengan gaya bertarungnya yang dimaksud agresif lalu rutin menerima pukulan keras sebelum melakukan serangan balik, sejumlah pihak menyarankan agar ia mempertimbangkan pensiun.
Sebelum mengalami dua kekalahan KO beruntun, Rakhimov sempat meraih kemenangan besar berhadapan dengan Zelfa Barrett untuk mempertahankan peringkat IBF kelas divisi junior ringan. Namun, sejak itu, kariernya berkurang setelahnya kalah dari Joe Cordina pada April 2023 dan juga sekarang dari Pauldo.
Insiden ini kembali menyoroti risiko tinggi yang dimaksud dihadapi para petinju profesional. direktur utama ProBox TV, Garry Jonas, menegaskan bahwa keselamatan para atlet adalah prioritas utama.
“Tinju adalah olahraga berbahaya, juga kami semua menyadari risikonya. Namun, tanggung jawab kami adalah menegaskan para petinju mendapatkan perawatan terbaik,” ujar Jonas.
Saat ini, seluruh komunitas tinju berharap Rakhimov terus membaik lalu mendapatkan langkah terbaik bagi masa depannya, baik di dalam di maupun di tempat luar ring.






