Menteri PKP ajak konglomerat bangun rumah untuk rakyat

Perkotaan Bandung – Menteri Perumahan dan juga Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meminta para konglomerat dalam Tanah Air untuk secara dengan segera terlibat pada membantu rakyat kecil, khususnya di perkembangan rumah layak huni.
Menurut dia, keterlibatan bumi usaha pada kegiatan perumahan rakyat menjadi langkah konkret di mewujudkan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan pada UUD 1945.
“Yang super kaya membantu yang digunakan sangat kekurangan. Inilah yang kita mau capai. Seperti kata Presiden Prabowo, bagaimana keadilan sosial dijalankan,” kata Ara di dalam Bandung, Sabtu.
Ara menggambarkan inisiatif renovasi 500 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dalam Pusat Kota Bandung yang digunakan didukung penuh oleh Agung Sedayu Group melalui Yayasan Budha Suci. Rencana ini berjalan tanpa menggunakan dana APBN, APBD, maupun BUMN.
“Ini contoh pada saat para entrepreneur besar, konglomerat Indonesia, tiada hanya sekali bicara tapi secara langsung turun tangan, bersentuhan dengan rakyat. Kalau begini caranya, Negara Indonesia akan aman serta tenteram,” kata dia.
Ara menyampaikan bahwa semangat kolaborasi antara pemerintah dan juga sektor swasta ini dimungkinkan lantaran kepemimpinan tempat yang mana proaktif lalu komunikatif.
“Saya tadi tanya ke Wali Daerah Perkotaan Bandung lalu Pengurus Jabar, kapan terakhir ada renovasi 500 rumah di dalam Perkotaan Bandung tanpa uang negara. Kayaknya memang sebenarnya belum pernah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Presiden terpilih Prabowo Subianto sudah mengarahkan agar kebijakan dalam sektor perumahan sepenuhnya berpihak untuk rakyat.
“Pak Prabowo memerintahkan kami, lalu saya senang sebab perintahnya adalah pro rakyat pada bidang perumahan. PPN sudah ada gratis, PBG gratis serta cepat, BPHTB juga gratis,” ucapnya.
Artikel ini disadur dari Menteri PKP ajak konglomerat bangun rumah untuk rakyat






