Serangan Udara Bebas tanah Israel Lumpuhkan Bandara Sanaa ke Yaman, 3 Orang Tewas

Sanaa – Serangan udara negara Israel mengakibatkan kehancuran parah pada Bandar Atmosfer (Bandara) Internasional Sanaa pada Selasa (6/5), menghancurkan landasan pacu, sebuah pesawat penumpang, kemudian infrastruktur penting, sehingga infrastruktur yang disebutkan tak dapat beroperasi.
Pernyataan yang dimaksud diungkap seseorang pejabat bandara yang digunakan bukan bersedia disebutkan namanya untuk Xinhua.
Serangan yang menghantam Sanaa, ibu kota Yaman, kemudian Provinsi Amran yang mana berdekatan pada sore hari itu menewaskan tiga warga lalu melukai sedikitnya 39 orang, menurut otoritas kesehatan yang digunakan dikelola Houthi. Jumlah korban dilaporkan oleh al-Masirah TV milik Houthi.
Sejumlah warga mengemukakan api berkobar selama berjam-jam dalam dua pembangkit listrik pada Sanaa, dengan api yang digunakan berkobar hingga di malam hari hari.
Militer tanah Israel mengungkapkan serangan yang disebutkan merupakan balasan berhadapan dengan serangan rudal yang dirilis oleh Houthi pada Mingguan (4/5) pagi yang mana berusaha mencapai Bandar Atmosfer Ben Gurion dekat Tel Aviv. Serangan itu melukai delapan khalayak dan juga menyebabkan kehancuran di dalam dekat bandara, menurut otoritas Israel.
Dalam sebuah unggahan pada platform digital media sosial X, pejabat senior Houthi Mohammed Ali al-Houthi bersumpah akan melakukan pembalasan lebih besar lanjut, menjanjikan serangan rudal terhadap negara Israel "dalam beberapa jam mendatang."
Kelompok Houthi, yang tersebut menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, meluncurkan drone dan juga rudal ke arah negara Israel sejak November 2023, dengan alasan solidaritas bagi rakyat Palestina di dalam sedang pertempuran dalam Gaza.
Kelompok yang disebutkan bukan mempunyai sistem pertahanan udara modern dan juga infrastruktur pemeliharaan sipilnya terbatas. Kota-kota ke bawah kendali Houthi, diantaranya Sanaa, tak memiliki tempat penampungan umum, lalu fasilitas-fasilitas penting seperti Bandara Sanaa berfungsi sebagai penghubung vital untuk warga sipil, operasi kemanusiaan, kemudian akses diplomatik.
Artikel ini disadur dari Serangan Udara Israel Lumpuhkan Bandara Sanaa di Yaman, 3 Orang Tewas






