Artur Beterbiev Juara Tak Terbantahkan usai Kalahkan Dmitry Bivol

Artur Beterbiev mengalahkan Dmitry Bivol untuk menjadi juara tak terbantahkan kelas berat ringan di dalam Riyadh, Arab Saudi, Akhir Pekan (13/10/2024). Dmitry Bivol benar-benar dirampas kejayaannya pada kelas berat ringan yang digunakan tak terbantahkan pada Arab Saudi.
Petinju jika Rusia berusia 33 tahun ini berani menghadapi rekan senegaranya serta pembunuh bayaran yang digunakan memegang penghargaan WBC, IBF juga WBO. Dan ia mengendalikan sang petinju berjenggot hingga para juri mengukuhkan posisinya di tempat jajaran petinju terbaik dunia tinju.
Namun manusia juri yang digunakan mengerikan menyebutnya sebagai: Hasil imbang 114-114 kemudian dua juri lainnya menciptakan lelucon yang tersebut tambahan besar dengan memberi nilai: 116-112 serta 115-113.
Kedua petinju yang dimaksud luar biasa ini saling dorong kemudian saling tusuk pada dua menit kemudian lima puluh detik pertama. Kemudian merek tepat ketika bel tanda ronde ke-10 berbunyi, lalu saling menyerang lalu keduanya mendaratkan pukulan akurat yang dimaksud keras.
Beterbiev memasukkan sebuah hook kanan, namun petarung berusia 33 tahun itu membalas dengan kombinasi satu-dua. Jab Bivol yang tersebut seperti ular berbisa membantunya mengambil kendali pada ronde kedua, pada waktu Beterbiev terus memotong ring serta meningkatkan ritme, namun tidak ada mendaratkan pukulan keras.
Kesan matador dari Bivol sangat luar biasa, pukulan one-two-nya sangat tajam juga aksi kakinya menciptakan banteng berjanggut ini terlihat sangat sederhana. Dua menit pertama terus-menerus berlangsung dengan cerdik serta taktis, namun menit-menit terakhir terus-menerus terlihat seperti baku hantam, begitu pula dengan ronde ketiga.
Pada ronde keempat, Bivol terlihat seperti mengulang kembali klinik Canelo pada tahun 2022, dengan mengundang tekanan dari pria yang lebih lanjut kecil kemudian lebih tinggi pendendam. Namun menghukumnya dengan tepat juga cepat.
Ronde keenam adalah pada waktu ia merasa Bivol mulai tenggelam di dalam padang pasir. Gelombang demi gelombang serangan Beterbiev seakan membekapnya lalu memenuhi paru-parunya dengan air ketika ia sangat membutuhkan udara.
Namun, walau ia menyerahkan bagian berada dalam ring selama enam ronde pertama, ia masih dapat menyarangkan serangan balik dari tali ring kemudian mencetak poin.
Bivol berani tampil lebih besar baik pada ronde ketujuh, namun keberanian pada pada lingkaran persegi menciptakan celah bagi lawan serta Beterbiev bukan perlu bertanya dua kali…
Juara WBA ini mengurangi pukulan yang digunakan menarik dan juga mencetak poin, namun Beterbiev meninjau itu sebagai sebuah undangan untuk menyerang lalu nampaknya menggoyahkan mantan petinju amatir Team Rusia itu.






