Jokowi Temui Prabowo, AHY: Silaturahmi Baik serta Patut Ditiru

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) menanggapi rapat Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ), hari terakhir pekan (6/12/2024) malam. Menurutnya, konferensi tokoh lalu pemimpin bangsa merupakan hal yang dimaksud baik juga patur ditiru.
“Saya rasa baik ya, setiap pertemuan, setiap silaturahmi, apalagi antara dua tokoh, dua pemimpin bangsa. Jadi saya setiap saat mengawasi setiap konferensi itu, setiap silaturahmi itu baik juga bagus untuk ditiru oleh yang digunakan lainnya,” kata AHY untuk wartawan Hari Minggu (8/12/2024).
AHY mengatakan, hubungan antara Presiden Prabowo dengan para mantan Presiden RI terjaga dengan baik. Dia menambahkan, semua tokoh berharap kepemimpinan Presiden Prabowo dapat berjalan dengan sukses.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto, tentu juga ingin terus mengomunikasikan serta memikirkan hal-hal penting untuk negeri kita,” ujarnya.
“Termasuk tentunya dengan mantan-mantan Presiden, Bapak Presiden Jokowi, Bapak Presiden SBY dan juga semua yang juga memiliki harapan agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini sukses, bahkan semakin baik, semakin maju,” katanya.
Sebelumnya, Jokowi menyambangi kediaman Prabowo Subianto di area Kertanegara nomor IV, Kebayoran Baru, Ibukota Indonesia Selatan pada Hari Jumat (6/12/2024) malam. Prabowo lalu Jokowi mengundurkan diri dari dari kediaman Kertanegara sekian pukul 21.04 WIB.
“Jadi saya dengar Pak Jokowi ada pada Ibukota saya undang makan (malam),” kata Prabowo terhadap wartawan dalam Kertanegara, Kabayoran Baru, DKI Jakarta Selatan, Hari Jumat (6/12/2024) malam.
Undangan makan waktu malam tersebut, kata Prabowo, untuk membalas kebaikan Jokowi yang dimaksud sudah pernah mengundang Ketua Umum Partai Gerindra makan di tempat Solo beberapa waktu lalu.
“Saya pernah rumah beliau di dalam Solo saya undang sekarang ke Kertanegara,” kata Prabowo.
Prabowo tampak ditemani oleh putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Prabowo serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.






