Kekayaan Ratu Elizabeth II sebelum Meninggal, Jadi Wanita Terkaya dalam Bumi

JAKARTA – Kekayaan Ratu Elizabeth II sebelum meninggal menarik perhatian. Merujuk pada kekayaannya versi forbes, jumlahnya mencapai 500 jt Mata Uang Dollar atau Rp8 triliun.
Bahkan, Ratu Elizabeth II banyak disebut sebagai wanita terkaya di dalam seluruh dunia. Dia memiliki kekayaan pribadi yang sangat besar – di bentuk investasi, seni, perhiasan dan juga real estat yang digunakan dikumpulkannya dari beberapa dekade pemerintahan kolonial.
Namun, diambil hindustan times, menurut laporan PTI, komponen surat wasiat terakhirnya yang dimaksud menentukan bagaimana kekayaannya akan didistribusikan pasca kematiannya di area Skotlandia juga diperkirakan akan tetap saja menjadi rahasia untuk waktu yang digunakan lama.
Secara historis, surat wasiat penguasa masih bersifat pribadi bersatu dengan anggota keluarga kerajaan lainnya. Namun, sebuah laporan di tempat harian Inggris Express menyatakan bahwa wasiat Ibu Suri – Ratu Elizabeth, yang pertama – dipublikasikan di tempat Royal.uk pada Mei 2002.
Selama pertikaian hukum melawan surat wasiat Putri Margaret, adik perempuan Ratu, pengadilan diberi tahu bahwa “alasan serta tujuan utama penyegelan surat wasiat kerajaan adalah untuk melindungi privasi penguasa”.
Selain itu, sebab alasan hukum teknis – oleh sebab itu mendiang raja adalah sumber otoritas hukum – surat wasiatnya tiada harus dipublikasikan seperti yang tersebut lain.
Namun, sejumlah sumber kekayaannya – istana, Permata Mahkota, lalu karya seni – tidaklah termasuk di kategori properti pribadinya, tetapi disimpan sebagai amanat untuk generasi mendatang lalu semata-mata diserahkan untuk raja baru – Raja Charles III.
Pada 2015, ‘The Sunday Times Rich List’ memperkirakan kekayaan bersih mendiang raja Inggris yang dimaksud sekitar £340 jt (sekira 400 jt USD), dengan sumber utama uang pribadi seseorang penguasa Inggris adalah Kadipaten Lancaster – harta pribadi penguasa, yang digunakan semata-mata ada untuk memberi penghasilan terhadap raja yang mana berkuasa.
Pada tahun keuangan yang tersebut berakhir pada 31 Maret, harta yang dimaksud dinilai sekitar £652 jt juga menghasilkan kembali surplus bersih sebesar 24 jt pound.






